Pages

Minggu, September 10, 2017

Berhitung Dengan Jari

Berhitung adalah ilmu yang harus dikuasi oleh manusia, karena dalam setiap hidupnya manusia tidak lepas dari kegiatan menghitung. Mulai dari kecil, kita diberikan pelajaran menghitung di keluarga oleh orang tua kita, di sekolah kita di ajari menghitung oleh guru kita, dan bahkan sampai akhir hayat kita juga akan menghitung harta warisan yang akan kita bagi ke anak cucu kita.
Salah metode berhitung adalah menggunakan jari-jari tangan, gampang, efektif, dan akurat. Untuk perkalian 6 sampai dengan 10 berikut caranya:
Buka telapak tangan AndaJari kelingking = angka 6, jari manis = angka 7, jari tengah = angka 8, jari telunjuk = angka 9, dan Ibu jari = angka 10.Untuk perkaliannya, kita tinggal melipat jari berdasarkankan angka yang kita kalikan.Hasilnya, jari yang dilipat dijumlahkan dan dikalikan 10, sedangkan jari yang berdiri jg dikalikan dengan jari pada tangan sebelah. Setelah itu, jumlahkan hasil dari jari yang dilipat dan jari yang berdiri.Misalkan:
Perkalian 6 x 7 =
lipat jari kelingking tangan kiri (sebagai angka 6), dan jari kelingking dan jari manis tangan kanan  (sebagai angka 7).Ada 3 buah jari yang dilipat ( kelingking kiri, kelingking kanan, jari manis kanan), maka 3 x 10 = 30Kita kalikan jari yang berdiri pada jari kanan dengan jari kiri. 4 jari yang berdiri pada tangan kiri dan 3 jari pada tangan kanan. 4 x 3 = 12.Sekarang tinggal menjumlahkan hasil dari jari yang dilipat dan yang berdiri. 30 + 12 = 42Perkalian 8 x 9 =
lipat jari kelingking, manis, tengah tangan kiri (sebagai angka 8), dan jari kelingking, manis, tengah, dan telunjuk (sebagai angka 9).Ada 7 buah jari yang dilipat pada tangan kanan dan tangan kiri, maka 7 x 10 = 70Kita kalikan jari yang berdiri pada jari kanan dengan jari kiri. 2  jari yang berdiri pada tangan kiri dan 1 jari pada tangan kanan. 2 x 1 = 2.Sekarang tinggal menjumlahkan hasil dari jari yang dilipat dan yang berdiri. 70 + 2 = 72

dikutip dari http://jarijaritangan.wordpress.com

21 komentar:

  1. Wah bagi Bapak ini susah sekali nak.ada gambar nya tidak? Biar bapak bisa belajar lebih mudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik pak, trimakasih atas masukannya, di post selanjutnya akan saya lebih detailkan lagi.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum kk
    ini sangat menarik
    tetapi bagaimana kalau perkalian dalam bentuk angka belasan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalamualaikum...
      mb anisa
      mungkin kalau saya senang dalam berhitung cepat seperti ini.. misalkan 12 X 15 =
      kita mengalikan terlebih dahulu dengan mudah 12 X 10 = 120 dari mana angka sepuluh ??? angka 10 kita dapatkan dengan memisahkan angka 15 menjadi 10 + 5.. setelah kita dapatkan hasil 12 X 10 = 120 ...dengan mudah kita mengalikan sisanya yaitu 5 X 12 = 60.... maka kita jumlahkan 120 + 60 = 180.... maka hasilnya kita dapatkan 180,, ini salah satu cara menghitung cepaat versi saya.. :)
      terima kasih

      Hapus
    2. wah terimakasih atas pertanyaannya mbak anisa. di posting selanjutnya akan dijabarkan perkalian yg belasan. terimakasih :)

      Hapus
    3. untuk mbak kurnia Prantau wati, trimakasih atas bantuan menjawabnya. saya sependapat dengan mabk kurnia. itu adalah cara termudah mengajarkan perkalian yang semenjak ada kalkulator, justru cara2 mudah itu dilupakan karna enak mencet2 kalkulator aja. semoga bermanfaat untuk kita sebagai guru

      Hapus
  4. metode ini sangat menarik buat siswa yang kesulitan untuk menghapal perkalian, yang merry tanyakan kak ada kan trik agar siswa mudah menghapal kaliannya yang untuk 1-5 dengan perkalian 6 sampai 10
    misalkan 6x4, atau 7x3 dengan menggunakan jari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. merry, untuk menjawabnya ada di postingan tentang perkalian jarimatika untuk perkalian 1-5. silahkan di klik link nya :
      https://ekanovalia19.blogspot.co.id/2017/10/jarimatika-perkalian-1-5.html

      Hapus
  5. metode tersebut ada dalam buku yang khusus membahas jarimatika, dari satuan, puluhan, ratusan bahkan ribuan di bahas dalam buku tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mbak uswah, sekalian mbak uswah,, di share donk bukunya,, supaya bisa bantu teman2. terimakasih mbak uswah

      Hapus
  6. Sangat bagus untuk memudahkan anak belajar perkalian, kalau bisa ditambahkan gambar-gambar cara berhitung dengan jari, karena pembaca blog ini dari berbagai tipe, termasuk saya yang merupakan tipe visual yang membutuhkan gambar untuk mempelajari cara diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih banyak mbak geminia atas sarannya,, memang benar banyak yang komen akan lebih baik jika disertakan dengan gambar. diposting selanjutnya akan saya perbaiki. trimakasih mbak...

      Hapus
    2. saya juga setuju kalaw disertakan gambar akan lebih bagus dan menarik

      Hapus
    3. iya kak netri, dalam postingan selanjutnya akan ditampilkan gambar yng mempermudah. trimakasih

      Hapus
  7. mbak eka.. postingannya sangat bagus dan sangat mengispirasi bagi kita yang telah lama meninggalkan cara cara tradisional, menurut mbak eka.. bagaimana alternatif yang baik dalm menghadapi dilema antara pembelajaran secara tradisional dengan cara media berbasis ICT?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, kita tekan kan bahwa konsep itu lebih penting. jadi anak2 harus bisa menghitung tanpa menggunakan kalkulator atau ict lainnya, kalkulator atau ict hanya digunakan sebagai pengecek jawaban atau jika penghitungan sulit saja. terimakasih mbak nung

      Hapus
  8. menurut saudari eka apakah dengan banyaknya pilihan media pembelajaran berbasis ICT. pembelajaran konvensionalkita tinggalkan atau tidak kita pakai lagi dalam pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya cara konvensional tetap tidak kita tinggalkan, tetapi kita modifikasi. jika kita sepenuhnya menggunakan ICt dalam menjelaskan suatu soal tanpa menerangkan langkah per langkahnya di papan tulis, tentu siswea kita tidak semuanya akan mengerti, karna belajar yang bermakna adalah belajar sambil melakukan, selain itu cara2 seperti demonstrasi saat pengajaran ruang dimensi 3 dengan mendemokan bentuuk real kubus, itu juga salah satu contoh pembelajaran konvensional yg masih baik untuk dipertahankan, ICT tujuannya adalah mempermudah, memperlugas penyampaian materi.

      Hapus
  9. saya setuju dengan mbak eka kalau teori sangat perlu dikuasai oleh siswa karena disitu kita menanamkan konsep-konsep dasar kepada siswa. contoh pada hitungan siswa harus tau teori dan konsep dasar hitungan kemudian dalam pelaksanaannya atau pengecekan hasil baru menggunakan kalkulator tapi tidak semua materi mengharuskan menggunakan kalkulator

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, sangat setuju dengan kak Netri, jangan samapai penggunaan ICT membuat siswa kita menjadi malas. Seharusnya ICT membuat mereka semakin maju.

      Hapus