Pages

Minggu, Agustus 27, 2017

Prinsip Multimedia pembelajaran

Prinsip multimedia pembelajaran dapat anda pelajari melalui ppt ini. Silahkan klik

Selamat membaca. 😊

26 komentar:

  1. Mau tanya dong kak, bagaimana caranya membuat link langsung untuk mendownload halamana seperti punya kakak?/

    BalasHapus
  2. Gini mer, merry cari powerpointnya dulu, abis itu salun URL nya. Lanjut ke blog kita, pilih postingan, trus buat judul dan label postingan kita. Isi kontennya dengann tulisan2,, nah trus di tulisan "klik" klik 2x muncul pilihan, salin hapus dll, nah klik gambar kayak rantai itu tu gambar untuk link,,, trus muncul kotak untuk isi URL,, langsung deh merry paste URL tadi,, save lalu posting. Taraaaa Jadi deh,,, selamat mencoba,, jika berhasil atau ada kendala silahkan komen lagi ya,,

    BalasHapus
  3. assalamualaikum kak Eka
    mau tanya, bagaimana caranya membuat link tanpa mendownload, yakni hanya membacanya saja?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kalau hanya ingin membaca dari link tetap harus d download. Kecuali langsung d caplok ke blognya

      Hapus
    2. @Anisa : link tanpa mendownload bisa aja hanya saja bentuknya berbeda, bukan berupa PPt, biasanya link tanpa mendownload, kita diarahkan menuju ke laman lain sesuai URL yang kita klik

      Hapus
  4. Bagus sekali tulisannya, boleh tanya ya, bagaimana strategi membuat media yang ekonomis tapi menarik bagi siswa? Kita tau bahwa media ICT sangat memungkinkan dibuat semenarik mungkin. Apalagi kalau ada "modal" nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, membuat media menggunakan ICt tidak harus mahal. Hanya perlu punya kamera, bisa kita buat pembelajaran ICT. Misalnya Video pembelajaran, kita menerangkan langkah pengerjaan soal secara detail ditambah lagi dengan trik mudah dalam mengerjakan soal tsb, itu sudah jadi ICT menarik tanpa modal mahal

      Hapus
  5. Menurut saya media pembelajaran yang menarik dan ekonomis mungkin bisa seperti ini.. kita melibatkan siswa dalam pembuatan media pembelajaran.. contohnya materi lingkaran.. siswa di minta membuat dua buah lingkaran dari kardus yang berbeda ukuran ...kemudian di pasang di meja belajar sekolah di depan masing masing siswa yang dihubungkan dengan tali membentuk seperti roda sepeda.. dari lingkaran itu kita bisa menunjukan dan mengajarkan unsur- unsur lingkaran serta garis singgung luar dan dalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapannya Nia, saya setuju sekali media pembelajaran ICT tidak harus mahal, bisa kok media ICT yang ekonomis. Contoh yang dijabarkan oleh Nia sangat menarik, mudah2n kita bisa2 sama belajar untuk mengembangkan pembelajaran menjadi lebih baik lagi.

      Hapus
  6. Kak eka,
    Menurut kak eka ketika guru menampilkan pembelajaran berbasis ICT dengan backsound pada multimedia dengan musik yg rileks, terus diiringi dengan suara penjelasan dari guru.
    apakah mengganggu konsentrasi siswa juga saat belajar?
    Bagaimana dengan siswa yg menyukai musik ketika belajar?
    Apa solusinya ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Izin ikut berpendapat kk. saya setuju dengan pendapat kakak2 yang sebelumnya. tujuan adanya backsound ini kan agar siswa relax saat belajar dan menyiapkan siswa untuk belajar, memusatkan perhatian siswa, nah ini diperlukan waktu sekitar bebrapa menit, setelah siswa sudah siap dan fokus untuk belajar kita bisa mengecilkan volume hingga meniadakan backsound saat kita sebagai guru ingin menjelaskan materi. terima kasih

      Hapus
    2. Menurut saya, bisa saja musik backsound itu digunakan dengan catatan bahwa music tersebut tidak mendominasi untuk prndengaran dari pengguna media tersebut. Mungkin yang harus dilakukan ialah dengan memperhatikan gaya belajar dari subjek prmbelajaran yang dilaksanakan. Sehingga mereka lebih menikmati dan lebih baik dalam proses pembelajarannya,.

      Hapus
    3. Sesuai prinsip Dual coding, ketika satu channel kita berikan 2 rangsangan sekaligus, akan menggangu channel tsb, tidak masalah jika backsound itu tidak terlalu kuat, hanya saja saat ada suara guru menerangkan sebaiknya backsound di stop

      Hapus
    4. @ Lailatul Aulia : kakak sangat setuju dengan pendapat aulia, memang benar bahwa backsound diperlukan diawal-awal media tujuan untuk supaya siswa terfokus, mereka jadi terppusat penglihatannya pendengarannya karena adanya backsound yang menggiring fokus mereka, tapi setelah itu backsound sebaiknya di stop apalagi saat ada audio guru yang menjelaskan. Jika backsound tetap dibunyikan justru akan mengganggu konsentrasi mereka.

      Hapus
    5. Sangat setuju dengan pendapat sutrimo, guru tetap harus memperhatikan gaya belajar siswa, apalagi siswa tersebut hanya bisa mendengar dari satu sumber suara tentu akan sangat mengganggu, meski ada siswa yang tidak keberatan dengan adanya backsound tetapi akan jauh lebih baik jika backsound dihentikan setelah ada suara lain, misalnya suara Guru yang mengajar, bagaimanapun hebatnya seseorang dalam berkonsentrasi tetap akan terpecah ketika mendapat dua sumber suara sekaligus.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. izin berpendapat, itu sangat mengganggu, sebenarnya backsound musik yang rileks sudah bagus dalam media, tetapi jika saat guru menjelaskan sebaiknya musiknya dimatikan terlebih dahulu, agar perhatian siswa tidak terbelah-belah

      Hapus
    2. izin berpendapat ketika guru sudah menjelaskan alangkah lebih bai tidak ada suara musik sehingga akan mengalihkan perhatian atau menghilangkan konsentrasi.

      Hapus
    3. @Geminia : Sangat setuju dengan geminia, karena ketika seseorang menerima rangsangan pada channel yang sama (dalam hal ini audio) maka konsentrasinya pasti akan terpecah.

      Hapus
    4. 2Merry : sangat setuju dengan merry,, karena manusia kan tentu punya keterbatasan menerima rangsangan apalagi rangsangan itu diberikan pada channel yang sama dalam waktu bersamaan pula, tentu akan sulit berkonsentrasi

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Izin bertanya kk. menurut kk media pembelajaran berbasis non ict masih perlukah digunakan? jika iya, apa pertimbangannya? dan jika tidak, mengapa seperti itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut kakak media non ict masih tetap diperlukan, misal saat mengajarkan dimensi 3, kubus, limat, balok dsb, diperlukan juga alat peraga non ICT dimana guru memberikan contoh konkreet nyasehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.

      Hapus
  10. Izin bertanya kak., dari prinsip-prinsip media ICT yan ada sebaiknya kita terapkan dalam proses perancangan suatu media pembelajaran. Nah ketika saya ingin membuat media Komik digital pada materi aritmatika sosial untuk SMP, Menurut kakak. Apakah prinsip media yang harus diperhatikan dan wajib diterapkan dan berikan alasan dan contohnya? Terimaksih kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. izin menanggapi, walaapun itu media komik, tetntunya dalam membuat media tersebut tetap harus memenuhi 10 prinsi media

      Hapus