Gini mer, merry cari powerpointnya dulu, abis itu salun URL nya. Lanjut ke blog kita, pilih postingan, trus buat judul dan label postingan kita. Isi kontennya dengann tulisan2,, nah trus di tulisan "klik" klik 2x muncul pilihan, salin hapus dll, nah klik gambar kayak rantai itu tu gambar untuk link,,, trus muncul kotak untuk isi URL,, langsung deh merry paste URL tadi,, save lalu posting. Taraaaa Jadi deh,,, selamat mencoba,, jika berhasil atau ada kendala silahkan komen lagi ya,,
@Anisa : link tanpa mendownload bisa aja hanya saja bentuknya berbeda, bukan berupa PPt, biasanya link tanpa mendownload, kita diarahkan menuju ke laman lain sesuai URL yang kita klik
Bagus sekali tulisannya, boleh tanya ya, bagaimana strategi membuat media yang ekonomis tapi menarik bagi siswa? Kita tau bahwa media ICT sangat memungkinkan dibuat semenarik mungkin. Apalagi kalau ada "modal" nya.
menurut saya, membuat media menggunakan ICt tidak harus mahal. Hanya perlu punya kamera, bisa kita buat pembelajaran ICT. Misalnya Video pembelajaran, kita menerangkan langkah pengerjaan soal secara detail ditambah lagi dengan trik mudah dalam mengerjakan soal tsb, itu sudah jadi ICT menarik tanpa modal mahal
Menurut saya media pembelajaran yang menarik dan ekonomis mungkin bisa seperti ini.. kita melibatkan siswa dalam pembuatan media pembelajaran.. contohnya materi lingkaran.. siswa di minta membuat dua buah lingkaran dari kardus yang berbeda ukuran ...kemudian di pasang di meja belajar sekolah di depan masing masing siswa yang dihubungkan dengan tali membentuk seperti roda sepeda.. dari lingkaran itu kita bisa menunjukan dan mengajarkan unsur- unsur lingkaran serta garis singgung luar dan dalam.
Terimakasih atas tanggapannya Nia, saya setuju sekali media pembelajaran ICT tidak harus mahal, bisa kok media ICT yang ekonomis. Contoh yang dijabarkan oleh Nia sangat menarik, mudah2n kita bisa2 sama belajar untuk mengembangkan pembelajaran menjadi lebih baik lagi.
Kak eka, Menurut kak eka ketika guru menampilkan pembelajaran berbasis ICT dengan backsound pada multimedia dengan musik yg rileks, terus diiringi dengan suara penjelasan dari guru. apakah mengganggu konsentrasi siswa juga saat belajar? Bagaimana dengan siswa yg menyukai musik ketika belajar? Apa solusinya ya kak?
Izin ikut berpendapat kk. saya setuju dengan pendapat kakak2 yang sebelumnya. tujuan adanya backsound ini kan agar siswa relax saat belajar dan menyiapkan siswa untuk belajar, memusatkan perhatian siswa, nah ini diperlukan waktu sekitar bebrapa menit, setelah siswa sudah siap dan fokus untuk belajar kita bisa mengecilkan volume hingga meniadakan backsound saat kita sebagai guru ingin menjelaskan materi. terima kasih
Menurut saya, bisa saja musik backsound itu digunakan dengan catatan bahwa music tersebut tidak mendominasi untuk prndengaran dari pengguna media tersebut. Mungkin yang harus dilakukan ialah dengan memperhatikan gaya belajar dari subjek prmbelajaran yang dilaksanakan. Sehingga mereka lebih menikmati dan lebih baik dalam proses pembelajarannya,.
Sesuai prinsip Dual coding, ketika satu channel kita berikan 2 rangsangan sekaligus, akan menggangu channel tsb, tidak masalah jika backsound itu tidak terlalu kuat, hanya saja saat ada suara guru menerangkan sebaiknya backsound di stop
@ Lailatul Aulia : kakak sangat setuju dengan pendapat aulia, memang benar bahwa backsound diperlukan diawal-awal media tujuan untuk supaya siswa terfokus, mereka jadi terppusat penglihatannya pendengarannya karena adanya backsound yang menggiring fokus mereka, tapi setelah itu backsound sebaiknya di stop apalagi saat ada audio guru yang menjelaskan. Jika backsound tetap dibunyikan justru akan mengganggu konsentrasi mereka.
Sangat setuju dengan pendapat sutrimo, guru tetap harus memperhatikan gaya belajar siswa, apalagi siswa tersebut hanya bisa mendengar dari satu sumber suara tentu akan sangat mengganggu, meski ada siswa yang tidak keberatan dengan adanya backsound tetapi akan jauh lebih baik jika backsound dihentikan setelah ada suara lain, misalnya suara Guru yang mengajar, bagaimanapun hebatnya seseorang dalam berkonsentrasi tetap akan terpecah ketika mendapat dua sumber suara sekaligus.
izin berpendapat, itu sangat mengganggu, sebenarnya backsound musik yang rileks sudah bagus dalam media, tetapi jika saat guru menjelaskan sebaiknya musiknya dimatikan terlebih dahulu, agar perhatian siswa tidak terbelah-belah
izin berpendapat ketika guru sudah menjelaskan alangkah lebih bai tidak ada suara musik sehingga akan mengalihkan perhatian atau menghilangkan konsentrasi.
@Geminia : Sangat setuju dengan geminia, karena ketika seseorang menerima rangsangan pada channel yang sama (dalam hal ini audio) maka konsentrasinya pasti akan terpecah.
2Merry : sangat setuju dengan merry,, karena manusia kan tentu punya keterbatasan menerima rangsangan apalagi rangsangan itu diberikan pada channel yang sama dalam waktu bersamaan pula, tentu akan sulit berkonsentrasi
Izin bertanya kk. menurut kk media pembelajaran berbasis non ict masih perlukah digunakan? jika iya, apa pertimbangannya? dan jika tidak, mengapa seperti itu?
menurut kakak media non ict masih tetap diperlukan, misal saat mengajarkan dimensi 3, kubus, limat, balok dsb, diperlukan juga alat peraga non ICT dimana guru memberikan contoh konkreet nyasehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Izin bertanya kak., dari prinsip-prinsip media ICT yan ada sebaiknya kita terapkan dalam proses perancangan suatu media pembelajaran. Nah ketika saya ingin membuat media Komik digital pada materi aritmatika sosial untuk SMP, Menurut kakak. Apakah prinsip media yang harus diperhatikan dan wajib diterapkan dan berikan alasan dan contohnya? Terimaksih kak..
Mau tanya dong kak, bagaimana caranya membuat link langsung untuk mendownload halamana seperti punya kakak?/
BalasHapusGini mer, merry cari powerpointnya dulu, abis itu salun URL nya. Lanjut ke blog kita, pilih postingan, trus buat judul dan label postingan kita. Isi kontennya dengann tulisan2,, nah trus di tulisan "klik" klik 2x muncul pilihan, salin hapus dll, nah klik gambar kayak rantai itu tu gambar untuk link,,, trus muncul kotak untuk isi URL,, langsung deh merry paste URL tadi,, save lalu posting. Taraaaa Jadi deh,,, selamat mencoba,, jika berhasil atau ada kendala silahkan komen lagi ya,,
BalasHapusassalamualaikum kak Eka
BalasHapusmau tanya, bagaimana caranya membuat link tanpa mendownload, yakni hanya membacanya saja?
terimakasih
Biasanya kalau hanya ingin membaca dari link tetap harus d download. Kecuali langsung d caplok ke blognya
Hapusterimakasih
Hapus@Anisa : link tanpa mendownload bisa aja hanya saja bentuknya berbeda, bukan berupa PPt, biasanya link tanpa mendownload, kita diarahkan menuju ke laman lain sesuai URL yang kita klik
HapusBagus sekali tulisannya, boleh tanya ya, bagaimana strategi membuat media yang ekonomis tapi menarik bagi siswa? Kita tau bahwa media ICT sangat memungkinkan dibuat semenarik mungkin. Apalagi kalau ada "modal" nya.
BalasHapusmenurut saya, membuat media menggunakan ICt tidak harus mahal. Hanya perlu punya kamera, bisa kita buat pembelajaran ICT. Misalnya Video pembelajaran, kita menerangkan langkah pengerjaan soal secara detail ditambah lagi dengan trik mudah dalam mengerjakan soal tsb, itu sudah jadi ICT menarik tanpa modal mahal
HapusMenurut saya media pembelajaran yang menarik dan ekonomis mungkin bisa seperti ini.. kita melibatkan siswa dalam pembuatan media pembelajaran.. contohnya materi lingkaran.. siswa di minta membuat dua buah lingkaran dari kardus yang berbeda ukuran ...kemudian di pasang di meja belajar sekolah di depan masing masing siswa yang dihubungkan dengan tali membentuk seperti roda sepeda.. dari lingkaran itu kita bisa menunjukan dan mengajarkan unsur- unsur lingkaran serta garis singgung luar dan dalam.
BalasHapusTerimakasih atas tanggapannya Nia, saya setuju sekali media pembelajaran ICT tidak harus mahal, bisa kok media ICT yang ekonomis. Contoh yang dijabarkan oleh Nia sangat menarik, mudah2n kita bisa2 sama belajar untuk mengembangkan pembelajaran menjadi lebih baik lagi.
HapusKak eka,
BalasHapusMenurut kak eka ketika guru menampilkan pembelajaran berbasis ICT dengan backsound pada multimedia dengan musik yg rileks, terus diiringi dengan suara penjelasan dari guru.
apakah mengganggu konsentrasi siswa juga saat belajar?
Bagaimana dengan siswa yg menyukai musik ketika belajar?
Apa solusinya ya kak?
Izin ikut berpendapat kk. saya setuju dengan pendapat kakak2 yang sebelumnya. tujuan adanya backsound ini kan agar siswa relax saat belajar dan menyiapkan siswa untuk belajar, memusatkan perhatian siswa, nah ini diperlukan waktu sekitar bebrapa menit, setelah siswa sudah siap dan fokus untuk belajar kita bisa mengecilkan volume hingga meniadakan backsound saat kita sebagai guru ingin menjelaskan materi. terima kasih
HapusMenurut saya, bisa saja musik backsound itu digunakan dengan catatan bahwa music tersebut tidak mendominasi untuk prndengaran dari pengguna media tersebut. Mungkin yang harus dilakukan ialah dengan memperhatikan gaya belajar dari subjek prmbelajaran yang dilaksanakan. Sehingga mereka lebih menikmati dan lebih baik dalam proses pembelajarannya,.
HapusSesuai prinsip Dual coding, ketika satu channel kita berikan 2 rangsangan sekaligus, akan menggangu channel tsb, tidak masalah jika backsound itu tidak terlalu kuat, hanya saja saat ada suara guru menerangkan sebaiknya backsound di stop
Hapus@ Lailatul Aulia : kakak sangat setuju dengan pendapat aulia, memang benar bahwa backsound diperlukan diawal-awal media tujuan untuk supaya siswa terfokus, mereka jadi terppusat penglihatannya pendengarannya karena adanya backsound yang menggiring fokus mereka, tapi setelah itu backsound sebaiknya di stop apalagi saat ada audio guru yang menjelaskan. Jika backsound tetap dibunyikan justru akan mengganggu konsentrasi mereka.
HapusSangat setuju dengan pendapat sutrimo, guru tetap harus memperhatikan gaya belajar siswa, apalagi siswa tersebut hanya bisa mendengar dari satu sumber suara tentu akan sangat mengganggu, meski ada siswa yang tidak keberatan dengan adanya backsound tetapi akan jauh lebih baik jika backsound dihentikan setelah ada suara lain, misalnya suara Guru yang mengajar, bagaimanapun hebatnya seseorang dalam berkonsentrasi tetap akan terpecah ketika mendapat dua sumber suara sekaligus.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusizin berpendapat, itu sangat mengganggu, sebenarnya backsound musik yang rileks sudah bagus dalam media, tetapi jika saat guru menjelaskan sebaiknya musiknya dimatikan terlebih dahulu, agar perhatian siswa tidak terbelah-belah
Hapusizin berpendapat ketika guru sudah menjelaskan alangkah lebih bai tidak ada suara musik sehingga akan mengalihkan perhatian atau menghilangkan konsentrasi.
Hapus@Geminia : Sangat setuju dengan geminia, karena ketika seseorang menerima rangsangan pada channel yang sama (dalam hal ini audio) maka konsentrasinya pasti akan terpecah.
Hapus2Merry : sangat setuju dengan merry,, karena manusia kan tentu punya keterbatasan menerima rangsangan apalagi rangsangan itu diberikan pada channel yang sama dalam waktu bersamaan pula, tentu akan sulit berkonsentrasi
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIzin bertanya kk. menurut kk media pembelajaran berbasis non ict masih perlukah digunakan? jika iya, apa pertimbangannya? dan jika tidak, mengapa seperti itu?
BalasHapusmenurut kakak media non ict masih tetap diperlukan, misal saat mengajarkan dimensi 3, kubus, limat, balok dsb, diperlukan juga alat peraga non ICT dimana guru memberikan contoh konkreet nyasehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
HapusIzin bertanya kak., dari prinsip-prinsip media ICT yan ada sebaiknya kita terapkan dalam proses perancangan suatu media pembelajaran. Nah ketika saya ingin membuat media Komik digital pada materi aritmatika sosial untuk SMP, Menurut kakak. Apakah prinsip media yang harus diperhatikan dan wajib diterapkan dan berikan alasan dan contohnya? Terimaksih kak..
BalasHapusizin menanggapi, walaapun itu media komik, tetntunya dalam membuat media tersebut tetap harus memenuhi 10 prinsi media
Hapus